Kegawatdaruratan di Bidang Otak
Minggu, 17 Jul 2011 - 23:18:05 WIB
Kategori: Kesehatan
- Dibaca: 769 kali
Kasus - kasus gawat darurat pada otak sebetulnya dapat dicegah dan dilakukan penanganan tanpa menimbulkan kecacatan bila belum terlambat.
Dalam seminar yang berjudul "Kegawatdaruratan Penyakit Otak" dr Julius July, SpBS memberikan pemaparan tentang bagaimana kita mengenal apa saja kasus - kasus kegawatdarutan pada otak dan bagaimana mengetahui gejala, menangani dan mendeteksinya.
"Kegawatdaruratan yang pertama adalah Aneurisma. Seharusnya pembuluh darah kita terdiri dari 3 lapis, namun karena ada kelainan ada yang hanya terdiri dari 2 lapis. Karena terdiri dari 2 lapis maka karena ada tekanan terbentuklah aneurisma yaitu menggelembung seperti balon. Dinding pembuluh darah yang mengalami aneurisma ini sangat tipis sehingga mudah pecah. Kelainan aneurisma dapat dideteksi dengan CT Scan"
Dr Yulius memberikan contoh aneurisma yang akan pecah misalnya seseorang yang waktu bangun tiba - tiba salah satu matanya tidak membuka.
"penderita yang mengalami pecah aneurisma biasanya merasakan sakit kepala yang hebat disertai muntah dan leher kaku. malahan ada pasien yang pernah mengalaminya menceritakan bahwa sakit kepala karena aneurisma itu rasanya bagaikan disambar petir" ungkap dr. yulius
Dalam seminar yang berjudul "Kegawatdaruratan Penyakit Otak" dr Julius July, SpBS memberikan pemaparan tentang bagaimana kita mengenal apa saja kasus - kasus kegawatdarutan pada otak dan bagaimana mengetahui gejala, menangani dan mendeteksinya.
"Kegawatdaruratan yang pertama adalah Aneurisma. Seharusnya pembuluh darah kita terdiri dari 3 lapis, namun karena ada kelainan ada yang hanya terdiri dari 2 lapis. Karena terdiri dari 2 lapis maka karena ada tekanan terbentuklah aneurisma yaitu menggelembung seperti balon. Dinding pembuluh darah yang mengalami aneurisma ini sangat tipis sehingga mudah pecah. Kelainan aneurisma dapat dideteksi dengan CT Scan"
Dr Yulius memberikan contoh aneurisma yang akan pecah misalnya seseorang yang waktu bangun tiba - tiba salah satu matanya tidak membuka.
"penderita yang mengalami pecah aneurisma biasanya merasakan sakit kepala yang hebat disertai muntah dan leher kaku. malahan ada pasien yang pernah mengalaminya menceritakan bahwa sakit kepala karena aneurisma itu rasanya bagaikan disambar petir" ungkap dr. yulius
"Tindakan penanganan aneurisma sebaiknya dilakukan sebelum pecah karena bila sudah pecah akan lebih sulit. Untuk itu diperlukan pemeriksaan deteksi dini. Di negara - negara maju, bila ada orang usia di atas 40 tahun menderita sakit kepala sudah dilakukan pemeriksaan aneurisma, sehingga kecacatan karena kasus aneurisma lebih rendah"
"Kegawatdaruratan yang ke dua adalah Stroke. Stroke ada 2 jenis yaitu stroke perdarahan dan stroke sumbatan. Bila terjadi sumbatan atau pembuluh nya pecah maka otak tidak mendapat suplai makanan dan oksigenm Untuk stroke yang disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah maka darah yang keluar bisa menekan otak dan batang otak yang dapat berakibat fatal"
"Kegawatdaruratan yang ke dua adalah Stroke. Stroke ada 2 jenis yaitu stroke perdarahan dan stroke sumbatan. Bila terjadi sumbatan atau pembuluh nya pecah maka otak tidak mendapat suplai makanan dan oksigenm Untuk stroke yang disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah maka darah yang keluar bisa menekan otak dan batang otak yang dapat berakibat fatal"
"Tanda emergency yang lain adalah mendadak buta. Salah satu penyebabnya adalah tumor jinak. Karena tumornya jinak maka sebetulnya bisa diobati. Bila dalam waktu 24 jam tidak di operasi maka biasanya akan menyebakan buta permanen. Operasinya tidak perlu membuka kepala karena bisa melewati lubang hidung"
"Bila ada perubahan penglihatan yang makin lama makin terganggu maka segera periksa ke dokter dan sebaiknya dilakukan MRI karena kalo sampai buta biasanya permanen meskipun tumornya sdh di angkat"
Cedera kepala masih merupakan kasus paling banyak. Untuk menghindarkan diri dari cidera kepala ini dr Julius menganjurkan menggunakan helm saat mengendari kendaraan roda dua.
Cedera kepala masih merupakan kasus paling banyak. Untuk menghindarkan diri dari cidera kepala ini dr Julius menganjurkan menggunakan helm saat mengendari kendaraan roda dua.
[ Kembali ]